Berkomunikasi merupakan hal yang paling menakutkan bagi saya, karena kurang lancarnya berbicara. Entah itu berkomunikasi dengan teman, rekan kerja, guru bahkan orang tua sekalipun rasa takut itu selalu muncul ketika saya ingin memulai pembicaraan, bukan berarti saya tidak mengeluarkan sepatah duapatah tapi terbata-bata layaknya anak bayi baru belajar bicara. Jika presentasi dikelaspun jantung saya berdetak begitu cepat dan sudah dipastikan malamnya tidak bisa tidur hehe...
Tidak terlalu banyak orang yang paham akan karakter saya ini, sehingga saya sering dijauhi karena kurang asiknya ketika diajak berbicara. Bukan hanya ketakutan saja tapi sifat lupa saya ini membuat komunikasi itu tidak tertata dengan baik apalagi kalau saya sedang berbicara, namun dipotong pembicaraannya saya otomatis lupa sampai mana saya berbicara dan jawaban yang sudah saya siapkan hilang begitu saja. Banyak yang bilang saya belum dewasa karena saya selalu tidak percaya diri ketika berbicara. Padahal kedewasaan itu bukan diukur dari selancarnya orang itu berbicara. Tolak ukur kedewasaan orang itu pasti berbeda-beda. Mungkin ketidakpercayaan diri itu muncul ketika dulu saya mempunyai wajah yang berjerawat dan hancur, cacian dan makian orang-orang membuat saya takut dan tidak percaya diri, maka dari itu terbawalah hingga sekarang ini. Saya selalu takut ketika ada yang membicarakan saya didalam hatinya.
Strategi saya saat ini adalah terus banyak belajar berkomunikasi dan mengingat dengan cara menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dari awal hingga akhir cerita tanpa berkomunikasi dengan orang lain alias berbicara sendiri, terus belajar menata kata dengan benar & baik, dan memberanikan diri untuk percaya diri. Terkadang ketika saya lagi berbicara sendiri, lalu terdiam dan berfikir 'saya seperti orang gila ya ngomong sendiri', karena sesering itu saya berbicara sendiri.
Komentar
Posting Komentar