Tujuan saat ini adalah memperbaiki diri untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dimulai dengan memperbaiki sholat supaya tidak menunda2 waktu sholat dan membaca Al-Qur'an karena jujur saja selama kurang lebih 19tahun saya hidup, hanya di bulan Ramadhan saja saya rutin membaca Al-Quran sesudah itu saya malas untuk membacanya walaupun saya sering sekali ikut Majelis Ilmu. Setiap hari saya mulai konsisten dengan apa yang sudah diniatkan yakni 'istiqomah'. Jika 1 hari saja saya tidak membaca Al-Quran, saya anggap itu hutang yang akan diganti dihari lain. Tujuan lainnya adalah mengembangkan bisnis kuliner. Keluarga saya punya usaha kecil-kecilan yaitu warung makan. Awalnya memang warung makan biasa pada umumnya, namun ibu saya berinisiatif untuk mendaftarkan warung makan ini di aplikasi grabfood dan gofood. Alhamdulillah warung makan ini berkembang dengan pesat. Pemasukan minimum satu juta setiap harinya. Niat lulus Sekolah Menengah Kejuruan, saya ingin melanjutkan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, namun gagal. Lalu saya langsung daftar kuliah di Universitas Esa Unggul Jakarta dan mengambil kelas karyawan karena 2 alasan yakni, pertama, saya tidak diizinkan untuk menunda. Kedua, karena saya kuliah di Universitas swasta dan tidak melalui jalur beasiswa jadi saya harus membantu ibu berjualan. Ditengah2 kuliah dan berjualan. Saya merasa saya tidak bisa bantu banyak didalam perekonomian keluarga. Saya hanya sekedar membantu saja tanpa bisa memberi banyak uang dari hasil kerja keras saya dan juga saya memiliki rasa iri dengan semua teman2 satu fakultas saya ataupun teman yang lainnya yang sudah punya penghasilan sendiri tanpa minta uang dari orang tua untuk membayar biaya kuliah dan kebutuhan pribadinya.
Saya memutuskan untuk pertama kalinya bekerja diluar dengan niat supaya saya bisa mandiri. Lalu tidak lama, saya memutuskan berhenti bekerja karena waktu yang benturan dengan jam masuk kuliah waktu itu dan tepat keesokan harinya setelah saya berhenti bekerja, Ayah saya yang tadinya mau kontrol ke rumah sakit, tetapi ibu saya tidak bisa mengantarnya karena harus berjualan dan kedua kaka sayapun tidak bisa karena mereka bertugas setiap hari sebagai polisi. Ayah saya masuk Unit Gawat Darurat karena tubuhnya sudah mulai merasa tidak enak. Mendengar kabar dari dokter, penyakit diabetes yang diderita ayah saya semakin memburuk dan sudah komplikasi. Diwajibkan untuk cuci darah seminggu 2x. Dari situ saya memutuskan memang sudah takdirnya saya bekerja dirumah membantu perekonomian rumah dari warung makan ini karena kalaupun saya bekerja diluar gaji saya hanya bisa untuk kepentingan pribadi saya dan sama saja saya tidak bisa memberi banyak uang untuk kedua orang tua saya dan saya punya strategi untuk bisa mengembangkan bisnis kuliner ini supaya bisa mempunyai banyak cabang dan tidak diharuskan keluarga saya yang menjaganya.
Komentar
Posting Komentar